2017-08-30

Sunnah Bukan Sekadar Saja

diterbitkan: Agustus 30, 2017 | Tag:
Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Sahabat Muslimore
Bismillahirahmanirahim

sunnah
sunnah


InsyaAllah, dalam artikel ini penulis akan membahas salah satu hukum dalam islam, yaitu sunnah. Tepatnya tentang ibadah-ibadah sunnah di kehidupan kita sehari-hari. Sebelum membahas lebih dalam, mari perhatikan gambar yang penulis ambil dari sebuah buku Pendidikan Agama Islam tingkat Sekolah.

An Nadb Sunnah

Perhatikan kalimat, “ … tuntutan untuk melaksanakan suatu perbuatan namun tidak secara pasti atau harus. Jika seseorang ¬meninggalkannya tidak mendapatkan dosa. …”. Pada konteks hukum taklifi dalam Islam, sebetulnya tidak ada yang salah dari penjelasan di atas, karena memang benar seperti itu definisinya. Namun, apabila Sahabat membaca semua penjelasan pada buku tersebut, ada yang disayangkan. Apa itu? Kesan yang didapatkan hanya “Tidak Harus, Tidak Dosa” jika tidak dikerjakan. Sehingga secara tidak sadar, kebanyakan dari kita menganggap ibadah sunnah hanya sekadar ibadah “pelengkap” saja, bahkan cenderung menyepelekan dan akhirnya tidak pernah mengerjakan.

Lalu adakah hubungan antara masalah ini dengan kondisi umat muslim di negara kita pada umumnya? Berdasarkan pengalaman penulis pribadi, konsep ibadah sunnah yang lebih menempel yaitu “Tidak Harus, Tidak Dosa” jika ditinggalkan. Akhirnya menjadi alasan bagi umat untuk tidak mengerjakan ibadah-ibadah sunnah, kemudian berujung pada kemalasan dalam menjalankannya. Ini bisa jadi karena kurangnya penekanan ilmu mengenai Sunnah itu Sendiri. Yuk kita pahami dulu beberapa ayat dan hadits berikut

Surat   031. Luqman  ayat   27

{Q.S. 31:27} dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah

Surat   065. Ath Thalaaq  ayat    12

{Q.S. 65:12} Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. perintah Allah Berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.

Surat   018. Al Kahfi  ayat   109

{Q.S. 18:109} Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu  sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)".
Sebagai utusan Allah, nabi Muhammad SAW akan dengan sekuat tenaga untuk mengamalkan semua yang ada pada Alqur’an di kehidupan sehari-harinya, melalui akhlak, perkataan, dan perbuatan Nabi SAW.

--

Bisa ditarik kesimpulan, bahwa apa yang nabi Muhammad katakan dan perbuat selama masa tugasnya (sebagai nabi dan rasul Allah) adalah panduan teknis dan aplikatif untuk mengamalkan Alquran yang merupakan pedoman hidup yang langsung turun dari Allah. Jadi bagaimana bisa kita orang awam ingin masuk ke surga Allah tanpa mempelajari alquran terlebih dahulu. Tentu jawabanya sangat mudah  yaitu mencoba copy paste akhlak, cara perkataaan dan perbuatan Nabi Muhammad.

Mengerjakan amalan sunnah itu sangat sangat dianjurkan untuk semua muslim untuk berharap surga yang telah Allah janjikan. Jadi, seharusnya saat diajarkan materi hukum taklif dalam islam. Saat masuk bab sunnah sebaiknya pengajar/guru lebih menekankan untuk mengerjakan sunnah semaksimal yang murid mampu dengan niat ikhlas mendapat ridho Allah.

Misalkan Sahabat bekerja di sebuah perusahaan besar, tentunya dengan angka gaji sesuai dengan job desk pekerjaannya. Apabila semua jobdesc selesai Sahabat kerjakan, tentunya perusahaan akan membayar gaji tersebut. Akan tetapi, ketika tidak diselesaikan dengan baik, tentunya Sahabat mendapatkan teguran, penalti, bahkan berpotensi diberhentikan. Begitulah yang disebut sebagai Kewajiban Sahabat sebagai pegawai perusahan.

Nah, sekarang, misalkan atasan Sahabat berbaik hati dengan memberikan daftar pekerjaan tambahan dan sederhana kepada seluruh karyawannya. Tentu dengan Bonus Akhir Bulan. Misalkan pekerjaannya :

  • Membersihkan meja kantor = Rp 500.000,-
  • Memberi salam dan berterima kasih kepada setiap karyawan dan atasan = Rp 100.000,-
  • Masuk kantor dengan kaki kiri = Rp 200.000,-
  • Mandi sebelum ngantor, memakai pakaian bagus, dan memakai wangi-wangian = Rp 1000.000,-
  • Nraktir karyawan OB di kantor = Rp 500.000,-

Pertanyaannya, Apa yang akan Sahabat lakukan dengan pekerjaan tambahan yang sederhana ini ?? Kalau penulis sih, tentunya mengerjakannya dengan senang hati, karena cukup sederhana, mudah, dan dapet bonus pula. Siapa sih yang gamau. Hehe.

Nah begitu pun dengan ibadah-ibadah sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Cukup Sederhana, Mudah diamalkan, tentunya banyak Bonus yang luar biasa jika Kita menjalankannya secara istiqomah. Contohnya saja, Shalat Sunnah Fajr, yang lebih baik dari dunia dan seluruh isinya. Yakin gamau ???

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Dua rakaat shalat sunnah Subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”(HR. Muslim 725).
Begitu banyak sunnah dari nabi Muhammad SAW yang bisa kita kerjakan dari yang paling ringan dari membaca bismillah sebelum makan & minum sampai yang paling berat seperti poligami. Semua akan mendapat pahala dari Allah dan lebih dekat untuk menggapai ridho Allah yang bisa mengantar kita pada surganya. Jadi, Yuk Istiqomahkan menjalankan ibadah-ibadah sunnah. Mulai dari yang paling mudah dan segera dijalankan. Semangat Sahabat.

Berikut beberapa video sudah mudah yang bisa dikerjakan :



Untuk anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengathui mengenai dalil-dalil Sunnah Nabi Muhammad

--YADC from Balaraja --
Label: