2017-08-07

Tips dan Trik Menangkal WASWAS syaitan kentut saat Shalat

diterbitkan: Agustus 07, 2017 | Tag:
Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Sahabat Muslimore
Bismillahirahmanirahim
kentut saat shalat
ilustrasi: jangan kentut

Suatu hari, saat melaksanakan Shalat, tiba-tiba perut memberi pesan dengan notifikasi getaran “Kawan, ada gas yang harus dikeluarkan”. Yup, tiba-tiba perut ingin membuang angin. Lalu si penerima pesan pun mulai galau dan berdiskusi dalam pikirannya. “Tahan ga ya?” , “Batalin aja gitu”, “Sayang nih kalo harus wudhu lagi dan masbuk”, “Duh Nanggung”, “Ane barisan paling depan, ga enak kalo keluar barisan jamaah nih”, dan sebagainya. Kemudian diskusi itu pun terus berlanjut tanpa keputusan. Beberapa dari Sahabat mungkin pernah mengalaminya.

Hati-hati Sahabat ! Kejadian ini mungkin sederhana, namun berdampak pada nilai ibadah Shalat yg kita laksanakan. Apapun kondisinya, jelas ini merupakan satu dari sekian trik Syaitan menggoda kita. Syaitan masuk dengan memberikan was-was, “hayo tadi kentutkan? Hayo batal loh sholatnya, ah ngapain diterusin? Kan udah batal” dan lain seterusnya, akan banyak sekali variasi syaitan dalam menggoda kita untuk tidak khusyuk, minimal mengurangi pahala seorang muslim dalam Shalatnya.

Padahal setiap muslim yang melaksanakan shalat dengan khusyu, Allah SWT akan mendatangkan pertolongan pada nya, dia akan beruntung, dan dihindarkan dari  perbuatan fahsya dan munkar. Tentunya, akan banyak ibadah yang akan dia laksanakan untuk menggapai Ridho Allah menuju jannah nya Allah SWT. Sehingga, Syaitan akan berusaha menggoda manusia supaya mereka dijauhkan dari Ridho Allah. Salah satunya dengan membuat Ibadah Shalat kita tidak khusyu dan menggugurkan pahalanya. Kemudian menambahkan berbagai keraguan dalam ibadah-ibadah kita lainnya. Naudzubillah, Audzubillahhiminasyaithonirrojiim.

khusyuk saat shalat
khusyuk saat shalat

Mari kita cermati lagi perihal khusyu dalam shalat, berikut dalil-dalil pentingnya khusyu dalam shalat.
  1. “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. (Yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” (Al-Baqarah: 45-46). 
  2. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya.” (Al-Mukminun: 1-2).
  3. Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.” (Al-Baqarah: 238).( Sumber: http://www.dakwatuna.com/2009/10/13/4233/shalat-khusyu/#ixzz4of9tElnn }

“Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam pernah ditanya tentang seseorang yang mendapati sesuatu yang membuatnya ragu ketika shalat (buang angin atau tidak), “Apakah orang tersebut harus membatalkan shalatnya?” lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam menjawab :
لاَ, حَتَّي يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيْحًا

“Jangan dibatalkan salatnya, sampai dia mendengar suara atau mencium bau (kentutnya).” [Sahih al-Bukhari no. 2056]
Dengan jelas Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam dengan hikmah dan keluasan ilmunya memberikan panduan kepada sahabatnya untuk tidak membatalkan shalat apabila tidak terdengar suaranya atau tercium baunya.

Secara teori medis, umumnya kentut dapat dikendalikan (controllable). Otak kita secara sadar dapat menahan atau mengeluarkan gas/angin tersebut tergantung kondisi lingkungan sekitar. Otot-otot di dari anal-sphincters internal tidak bisa dikontrol secara sadar, sedangkan otot-otot dari anal-sphincters eksternal dikontrol secara sadar. Anatomi tubuh manusia telah sempurna sesuai fungsi dan tujuaan penciptaannya oleh Allah.

Adapun ada kasus2 minor dimana orang yang tidak bisa mengontrol kentutnya. Lebih baik berkonsultasi dengan dokter karena bisa jadi itu merupaka gejala medis terkait makanan atau penyakit yang diderita oleh individu tersebut.

Berdasarkan pengalaman penulis, berikut beberapa tips untuk menghindari masalah ini :
  1. Membaca ta’awuz dalam perjalanan dari wudhu menuju tempat shalat. Dengan haqqul yaqiin bahwa memang Allah melindungi kita. Penulis tekankan bahwa ini bukan salah satu rangkaian ibadah shalat fardu, ini hanya salah satu kiat ikhtiar untuk meminta pertolongan Allah dari godaaan syaitan, dan dapat diimplementasikan pada setiap kondisi. (Penulis sarankan tidak membaca taawuz tepat sebelum takbiratul ikhram, karena akan mempunyai potensi menyalahi sunnah Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam).
  2. Disiplinkan diri untuk melaksanakan Shalat di Masjid, lima waktu, awal waktu. Lambat laun, tubuh kita akan terbiasa dengan “sensasi waktu”  dan urgensi untuk melaksanakan Shalat di Masjid, lima waktu, awal waktu. 
  3. Siapkan 10-15 menit sebelum Adzan berkumadang untuk ke toilet, meskipun tidak ada hajat/tidak terasa. Jika terasa rangsangan / mules, keluarkan semua hadast, selesaikan dengan bijak dan tenang. 
  4. Menjaga dan mengatur pola makan. Hindari makanan-makanan yang dapat menyebabkan perut kita mules bahkan sakit. Tentu penyebabnya berbeda-beda, jadi sesuaikan dengan kondisi Sahabat. Beri Jarak waktu antara waktu Shalat dengan Makan.
  5. Jangan dibatalkan salatnya, sampai dia mendengar suara atau mencium bau (kentutnya)
Sebagai kesimpulan, penulis menyarankan supaya Sahabat mencari dan mendisiplinkan pola sehatnya Sahabat. Terus berusaha dalam melatih diri, mendisiplinkan diri, dari yg sederhana, sedikit-demi sedikit, dan segera amalkan. Jika memang terjadi, kemudian merasa waswas saat melaksanakan shalat, tetap tenang, fokuskan lagi shalat, lanjutkan mengharap ridho Allah, teruskan mengharap pertolongan dan bimbingan Allah.

Label: