2019-05-15

Anak Menangis Waktu Sholat, Perlukah Membatalkan Sholat?

diterbitkan: Mei 15, 2019 | Tag:
Anak Menangis Waktu Sholat, Perlukah Membatalkan Sholat?
Anak Menangis Waktu Sholat, Perlukah Membatalkan Sholat?
Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saat seorang perempuan sudah mempunyai anak, apalagi yang masih bayi, mereka seringkali mempunyai dilema ketika hendak melaksanakan ibadah sholat. Yaitu ketika si buah hati tiba-tiba menangis. Seringkali sholat kita menjadi tidak khusyu' karena kepikiran dengan si kecil. Di kondisi tersebut, apa yang sebaiknya dilakukan?

Dalil yang sering dibawa oleh ulama untuk menjawab pertanyaan semacam ini adalah ayat Al-Qur'an berikut.
"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kamu membatalkan amal-amalmu." (QS. Muhammad: 33)

Ulama berpendapat merujuk pada ayat tersebut bahwa kita tidak boleh dengan sengaja membatalkan amalan-amalan dan ibadah-ibadah secara sengaja tanpa uzur syari. Seorang ibu boleh saja membatalkan sholat jika si anak menangis dalam kondisi si anak sedang dalam bahaya; entah itu karena sakit, terancam oleh makhluk buas, ataupun manusia.

Adapun kondisi kedua dimana anak menangis karena meminta perhatian kepada sang ibu. Jika hal ini terjadi, alangkah lebih baik jika sang ibu tetap melanjutkan sholatnya dengan melakukan gerakan-gerakan ringan untuk menenangkan si bayi seperti menggendong si bayi saat berdiri lalu menaruhnya saat hendak ruku' dan sujud.

Hal ini sesuai dengan hadist berikut ini.
Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu,  beliau menceritakan,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat menjadi imam sambil menggendong Umamah bintu Zainab bintu Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Umamah adalah putri Abil Ash bin Rabi’ah. Ketika beliau sujud, beliau letakkan Umamah. Ketika beliau berdiri, beliau gendong Umamah.” (Muttafaq'alaih)

Sering juga terjadi polemik ketika ibu sedang berjamaah dan si kecil tiba-tiba menangis. Dalam kondisi ini si ibu perlu paham apakah tangisan si bayi adalah karena meminta perhatian atau sedang dalam marabahaya. Jika si anak dirasa hanya meminta perhatian, ibu bisa mencoba menggendong sesuai tuntutan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam.

Namun, jika ternyata itu tidak juga berhasil dan si anak masih saja menangis. Alangkah lebih baiknya ibu membatalkan sholat ibu lalu pergi untuk menenangkan si anak. Hal ini agar tidak mengganggu ke-khusyu-an jamaah yang lain.

Bila sudah tenang dan masih ada waktu untuk kembali berjamaah, silahkan masbuq sholat tersebut. Jika tidak, silahkan laksanakan sholat secara munfarid.

Namun ini juga tidak sepenuhnya tanggung jawab ibu. Ada hal yang perlu seorang imam ketahui ketika berjamaah dan ada seorang anak yang menangis, yaitu dengan mempermudah (tidak dilama-lama dengan bacaan surat yang panjang) agar si ibu bisa segera menenangkan si anak.

Intinya adalah bagaimana caranya membuat anak tidak benci terhadap masjid karena dimarahi di dalamnya.

Allahu alam bishshawwab. Label: