2019-05-06

Muslimah dan Instagram, Bagaimana Islam Memandangnya?

diterbitkan: Mei 06, 2019 | Tag:
Muslimah dan Instagram, Bagaimana Islam Memandangnya?
Muslimah dan Instagram, Bagaimana Islam Memandangnya?
Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sebagai seorang wanita muslimah masa kini, kita seringkali dibuat bingung dengan pertanyaan-pertanyaan berkenaan dengan media sosial seperti:

  • Bagaimana pandangan islam tentang perempuan yang aktif di media sosial?
  • Bagaimana sikap perempuan muslim yang menggunakan media sosial?
dan mungkin masih banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Dalam islam, mengutip dari nu.or.id, jumhur ulama sepakat bahwa menampakkan aurat di dunia maya atau membiarkan aurat anda (wanita) terlihat oleh yang bukan mahram adalah HARAM. Hal ini berdasarkan atas tafsir dari sabda Rasulullah shalallahu 'alahi wasallam, "Allah menakdirkan sebagian dari zina untuk anak Adam di mana ia akan melakukan itu, bukan mustahil. Zina mata adalah melihat." (Muttafaq'alaih)

Namun, ulama tidak sepenuhnya mengharamkan perempuan atas media sosial karena beberapa alasan dan dengan beberapa syarat tertentu. Tak bisa dipungkiri bahwa media sosial adalah salah satu alat bertukar informasi dan berkomunikasi yang paling umum digunakan. Oleh karenanya, banyak ulama berbeda pandangan tentang syarat tersebut.

Jika menilik pada pendapat imam besar dari 4 mazhab, terdapat beberapa pendapat tentang batasan aurat wanita yang boleh tampak di media sosial.
  1. Mazhab Hambali dan Maliki berpendapat bahwa wanita diperkenankan untuk menggunakan media sosial selama hanya menampakkan wajah dan telapak tangan saja. Berdasarkan pendapat tersebut, ulama berpendapat bahwa wanita muslim masih boleh menggunakan media sosial seperti Instagram selama tidak tabarruj, tidak menimbulkan syahwat dan diridhai oleh wali (orang tua/ suami).
  2. Mazhab Hambali dan Syafi'i berpendapat bahwa wanita tidak diperkenankan sama sekali untuk menampakkan diri di hadapan yang bukan mahram tanpa uzur syari seperti proses akad ataupun memimang. Kedua imam tersebut berpendapat bahwa wajah wanita termasuk aurat yang bisa menimbulkan fitnah.
  3. Adapun pendapat jumhur ulama tentang wanita yang menggunakan media sosial seperti Instagram adalah boleh selama hanya menampakkan bagian badan berikut: wajah, telapak tangan, dan telapak kaki.
Dari kumpulan pendapat diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa ulama berbeda pendapat perihal wanita muslim di media sosial baik foto maupun video karena sebagian ulama seperti Madzhab Syafi’i menganggap wajah dan telapak tangan bagian dari aurat perempuan bukan mahram. Namun demikian, mayoritas ulama berpendapat bahwa wajah bukan bagian dari aurat.

Kesimpulan yang bisa diambil adalah tidak apa bagi wanita muslim untuk ikut bermain di media sosial seperti Instagram selama tetap menjaga etika agama islam dan tetap syari. Namun, alangkah lebih baik bila seorang akhwat bisa terlepas dari Instagram dan media sosial lainnya agar bisa terhindar dari kemudharatnya.

Allahu alam bishshawwab.
Label: