Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

2019-05-18

Rekomendasi Kegiatan Muslimah Selama Ramadhan

Rekomendasi Kegiatan Muslimah Selama Ramadhan
Rekomendasi Kegiatan Muslimah Selama Ramadhan

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hai muslimah. Kita semua setuju bahwa bulan Ramadhan adalah bulan suci yang penuh berkah. Kita dapat mengumpulkan pahala lebih mudah dan lebih banyak di bulan suci ini.

Nah, buat muslimah semua yang belum tahu bagaimana cara supaya bisa menghidupkan bulan Ramadhan secara maksimal, nih kami kasih rekomendasi aktivitas/ kegiatan yang bisa dicoba selama bulan Ramadhan supaya kita mendapat berkah terbaik dari bulan Ramadhan ini.

1. Program kegiatan yang diusulkan setelah terbit fajar

  • Mengikuti bacaan muadzin (adzan subuh) kemudian berdoa setelah adzan.
  • Melakukan shalat sunnah subuh dua rakaat.
  • Memperbanyak doa setelah shalat sunah.
  • Melakukan shalat subuh dengan penuh semangat dan kekhusukan.
  • Duduk di tempat dimana ia shalat dan mengisinya dengan dzikir pagi serta membaca Al-Qur’an satu juz atau lebih.
  • Shalat dua raka’at setelah terbit matahari.

2. Program kegiatan yang diusulkan setelah matahari terbit

  • Tidur dengan mengharap pahala karenanya.
  • Pergi bekerja ataupun belajar dengan mengharapkan pahala atasnya.
  • Memperbanyak dzikir kepada Allah Ta’ala di sepanjang hari.
  • Menjauhi perbuatan sia-si serta menjaga lisan untuk tidak menggosip.

3. Program kegiatan yang diusulkan di siang hari

  • Mengikuti bacaan muadzin (adzan zuhur)kemudian berdoa setelah adzan.
  • Melakukan shalat sunnah rawatib sebelum zuhur (shalat sunnah qabliyah) empat raka’at dengan dua raka’at salam dua rakaat salam.
  • Melaksanakan shalat zuhur.
  • Melakukan shalat sunnah rawatib setelah zuhur sebayak dua raka’at.
  • Mempersiapkan hidangan berbuka.
  • Tidur siang (Qailulah) barang sebentar tidaklah megapa tentunya dengan mengharapkan pahala atasnya.

4. Program kegiatan yang diusulkan di sore hari

  • Mengikuti bacaan muadzin (adzan Asar) kemudian berdoa setelahnya.
  • Melakukan shalat sunnah qabliyah empat raka’at (dua raka’at salam dua rka’at salam).
  • Melakukan shalat Asar.
  • Membaca Al-Qur’an satu juz atau lebih.
  • Dzikir di sore hari.
  • Memenyiapkan hidangan berbuka tanpa berlebihan dan membantu Ibu (memasak di dapur).
  • Memperbanyak doa sebelum berbuka.
  • Berwudhu dan bersiap-siap melaksanakan shalat maghrib.

5. Rencana kegiatan di saat matahari tenggelam

  • Berbuka puasa dengan kurma basah, kurma kering atau minum air.
  • Mengikuti bacaan muadzin (adzan Maghrib) kemudian berdoa (doa setelah adzan).
  • Melaksanakan shalat Maghrib.
  • Melaksanakan shalat sunnah rawatib (setelah shalat maghrib) dua raka’at.
  • Berkumpul bersama orang sekitar (keluarga, teman dll –pen) untuk menyantap hidangan berbuka dengan penuh syukur atas nikmat Allah yang telah menyempurnakan puasanya hari ini.
  • Bersiap-siap melakukan shalat ‘Isya dan Tarawih di masjid (dengan syarat aman dari fitnah –pen)dengan memperbaharui wudhunya.
  • Jika (seorang muslimah) hendak mengerjakan shalat di masjid maka janganlah ia bertabarruj (berhias) dan memakai wewangian.

6. Program kegiatan yang diusulkan di waktu ‘Isya

  • Mengikuti bacaan muadzin (adzan ‘Isya) kemudian berdoa setelah adzan.
  • Melaksanakan shalat ‘Isya di masjid dengan penuh semangat dan konsentrasi.
  • Melaksanakan dua rak’at shalat sunnah rawatib.
  • Melaksanakan shalat sunnah tarawih secara sempurna di masjid.
  • Membaca Al-Qur’an satu bagian atau lebih.
  • Jika shalat Tarawih telah selesai bisa dilakukan salah satu kegiatan berikut: pertemuan keluarga, menyambung silaturrahmi, ngobrol tentang permasalahan Ramadhan, berdakwah via internet atau sarana lainnya, belajar ataupun menghafal Al-Qur’an.
  • Tidur diawal waktu serta tidak begadang.

7. Program kegiatan yang diusulkan di sepertiga malam terakhir

  • Bangun tidur sebelum terbit fajar.
  • Melaksanakan shalat tahajjud meskipun hanya dua raka’at dengan memperpanjang rukuk dan sujud. Serta melakukannya secara berjama’ah dimasjid (dengan syarat aman dari fitnah –pen)di sepuluh terakhir bulan Ramadhan.
  • Membaca Al-Qur’an satu juz atau lebih.
  • Mempersiapkan hidangan sahur tanpa berlebihan dengan menghadirkan niat untuk beribadah kepada Allah serta meneladani sunnah.
  • Duduk untuk berdoa dan memperbanyak istighfar samapai adzan subuh.

Itulah rekomendasi kegiatan sehari-hari selama bulan Ramadhan. Silahkan disesuaikan dengan agenda masing-masing. Dan, kalau belum terbiasa, jangan coba terapkan semuanya diatas sekaligus. Nanti kaget. Perlahan saja yang penting istiqomah. Kalau bisa sih, agenda di atas nggak hanya diterapkan selama bulan Ramadhan saja ya tapi seterusnya.

Selamat mencoba, selamat beribadah.

2017-08-30

Sunnah Bukan Sekadar Saja

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Sahabat Muslimore
Bismillahirahmanirahim

sunnah
sunnah


InsyaAllah, dalam artikel ini penulis akan membahas salah satu hukum dalam islam, yaitu sunnah. Tepatnya tentang ibadah-ibadah sunnah di kehidupan kita sehari-hari. Sebelum membahas lebih dalam, mari perhatikan gambar yang penulis ambil dari sebuah buku Pendidikan Agama Islam tingkat Sekolah.

An Nadb Sunnah

Perhatikan kalimat, “ … tuntutan untuk melaksanakan suatu perbuatan namun tidak secara pasti atau harus. Jika seseorang ¬meninggalkannya tidak mendapatkan dosa. …”. Pada konteks hukum taklifi dalam Islam, sebetulnya tidak ada yang salah dari penjelasan di atas, karena memang benar seperti itu definisinya. Namun, apabila Sahabat membaca semua penjelasan pada buku tersebut, ada yang disayangkan. Apa itu? Kesan yang didapatkan hanya “Tidak Harus, Tidak Dosa” jika tidak dikerjakan. Sehingga secara tidak sadar, kebanyakan dari kita menganggap ibadah sunnah hanya sekadar ibadah “pelengkap” saja, bahkan cenderung menyepelekan dan akhirnya tidak pernah mengerjakan.

Lalu adakah hubungan antara masalah ini dengan kondisi umat muslim di negara kita pada umumnya? Berdasarkan pengalaman penulis pribadi, konsep ibadah sunnah yang lebih menempel yaitu “Tidak Harus, Tidak Dosa” jika ditinggalkan. Akhirnya menjadi alasan bagi umat untuk tidak mengerjakan ibadah-ibadah sunnah, kemudian berujung pada kemalasan dalam menjalankannya. Ini bisa jadi karena kurangnya penekanan ilmu mengenai Sunnah itu Sendiri. Yuk kita pahami dulu beberapa ayat dan hadits berikut

Surat   031. Luqman  ayat   27

{Q.S. 31:27} dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah

Surat   065. Ath Thalaaq  ayat    12

{Q.S. 65:12} Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. perintah Allah Berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.

Surat   018. Al Kahfi  ayat   109

{Q.S. 18:109} Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu  sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)".
Sebagai utusan Allah, nabi Muhammad SAW akan dengan sekuat tenaga untuk mengamalkan semua yang ada pada Alqur’an di kehidupan sehari-harinya, melalui akhlak, perkataan, dan perbuatan Nabi SAW.

--

Bisa ditarik kesimpulan, bahwa apa yang nabi Muhammad katakan dan perbuat selama masa tugasnya (sebagai nabi dan rasul Allah) adalah panduan teknis dan aplikatif untuk mengamalkan Alquran yang merupakan pedoman hidup yang langsung turun dari Allah. Jadi bagaimana bisa kita orang awam ingin masuk ke surga Allah tanpa mempelajari alquran terlebih dahulu. Tentu jawabanya sangat mudah  yaitu mencoba copy paste akhlak, cara perkataaan dan perbuatan Nabi Muhammad.

Mengerjakan amalan sunnah itu sangat sangat dianjurkan untuk semua muslim untuk berharap surga yang telah Allah janjikan. Jadi, seharusnya saat diajarkan materi hukum taklif dalam islam. Saat masuk bab sunnah sebaiknya pengajar/guru lebih menekankan untuk mengerjakan sunnah semaksimal yang murid mampu dengan niat ikhlas mendapat ridho Allah.

Misalkan Sahabat bekerja di sebuah perusahaan besar, tentunya dengan angka gaji sesuai dengan job desk pekerjaannya. Apabila semua jobdesc selesai Sahabat kerjakan, tentunya perusahaan akan membayar gaji tersebut. Akan tetapi, ketika tidak diselesaikan dengan baik, tentunya Sahabat mendapatkan teguran, penalti, bahkan berpotensi diberhentikan. Begitulah yang disebut sebagai Kewajiban Sahabat sebagai pegawai perusahan.

Nah, sekarang, misalkan atasan Sahabat berbaik hati dengan memberikan daftar pekerjaan tambahan dan sederhana kepada seluruh karyawannya. Tentu dengan Bonus Akhir Bulan. Misalkan pekerjaannya :

  • Membersihkan meja kantor = Rp 500.000,-
  • Memberi salam dan berterima kasih kepada setiap karyawan dan atasan = Rp 100.000,-
  • Masuk kantor dengan kaki kiri = Rp 200.000,-
  • Mandi sebelum ngantor, memakai pakaian bagus, dan memakai wangi-wangian = Rp 1000.000,-
  • Nraktir karyawan OB di kantor = Rp 500.000,-

Pertanyaannya, Apa yang akan Sahabat lakukan dengan pekerjaan tambahan yang sederhana ini ?? Kalau penulis sih, tentunya mengerjakannya dengan senang hati, karena cukup sederhana, mudah, dan dapet bonus pula. Siapa sih yang gamau. Hehe.

Nah begitu pun dengan ibadah-ibadah sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Cukup Sederhana, Mudah diamalkan, tentunya banyak Bonus yang luar biasa jika Kita menjalankannya secara istiqomah. Contohnya saja, Shalat Sunnah Fajr, yang lebih baik dari dunia dan seluruh isinya. Yakin gamau ???

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Dua rakaat shalat sunnah Subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”(HR. Muslim 725).
Begitu banyak sunnah dari nabi Muhammad SAW yang bisa kita kerjakan dari yang paling ringan dari membaca bismillah sebelum makan & minum sampai yang paling berat seperti poligami. Semua akan mendapat pahala dari Allah dan lebih dekat untuk menggapai ridho Allah yang bisa mengantar kita pada surganya. Jadi, Yuk Istiqomahkan menjalankan ibadah-ibadah sunnah. Mulai dari yang paling mudah dan segera dijalankan. Semangat Sahabat.

Berikut beberapa video sudah mudah yang bisa dikerjakan :



Untuk anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengathui mengenai dalil-dalil Sunnah Nabi Muhammad

--YADC from Balaraja --

2017-08-16

Sunnah Mudah #1

mudahnya melaksanakan sunnah nabi
Sunnah Mudah #1

Siapa bilang mengikuti sunnah nabi Muhammad SAW itu sulit? memang ada yang sulit, tapi ada juga yang sangat mudah kita praktekkan di kehidupan sehari hari, kalau sunnah yang sulit belum bisa kita praktekkan, lalu kenapa tidak kita coba dari yang mudah dulu? ya ga?

Sunnah mudah #1 versi Muslimore, adalah sebagai berikut:


  1. Masuk mesjid dahulukan kaki kanan
  2. Keluar mesjid dahulukan kaki kiri
  3. Masuk toilet dahulukan kaki kiri
  4. keluar toilet dahulukan kaki kanan
  5. masuk rumah dahulukan kaki kanan
  6. Duduklah sambil minum

Hadits acuan:


حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَشْعَثَ بْنِ سُلَيْمٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَائِشَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ كَانَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ مَا اسْتَطَاعَ فِي تَرَجُّلِهِ وَوُضُوئِهِ‏.‏

The Prophet (ﷺ) used to like to start from the right side as far as possible in combing and in performing ablution. HR  Sahih al-Bukhari 5926   (sumber: sunnah.com)
 terjemahan bebas: Nabi Muhammad SAW suka memulai segala sesuatu yang baik dari sebelah kanan. 

حَدَّثَنَا هَدَّابُ بْنُ خَالِدٍ، حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، حَدَّثَنَا قَتَادَةُ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم زَجَرَ عَنِ الشُّرْبِ قَائِمًا ‏.‏

Anas reported Allah's Apostle (ﷺ) disapproved the drinking of water while standing.  HR Sahih Muslim 2024a (sumber: sunnah.com)
terjemahan bebas: Anas menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak menyukai minum sambil berdiri.