2017-09-06

Lupa Rakaat Shalat (Bagian 1)

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Sahabat Muslimore
Bismillahirahmanirahim

Salahsatu prahara yang sering terjadi ketika shalat yaitu tidak ingat atau lupa sudah berapa rakaat. Terutama ketika kita Shalat secara munfarid / sendiri. “Udah berapa rakaat yah?”, “Udah Tasyahud Awal belum yah?”, “Sekarang udah Rakaat terakhir ga sih?”, dan kawan-kawannya. Tentu saja ini mengganggu kekhusyuan ibadah Shalat yang kita laksanakan. Nah Sahabat, dalam artikel bagian pertama ini penulis mencoba membahas masalah ini dari sudut argumentasi sebab-akibat terlebih dahulu.

Adapun Syaikh Utsaimin telah memberikan fatwa terkait sujud sahwi yang diterjemahkan oleh situs almanhaj.or.id pada url https://almanhaj.or.id/2217-tata-cara-sujud-sahwi.html.

kaget saat lupa rakaat shalat
ilustrasi: kaget saat lupa rakaat shalat


APA itu prahara “lupa rakaat ke berapa?”

Fenomena ini sebetulnya lazim ditemukan pada seorang muslim yang tengah melaksakan shalat. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor. Salahsatunya yaitu derasnya “chain of thought” saat shalat misalnya tiba-tiba teringat kunci yang hilang, muncul ide untuk bahan skripsi, teringat beras di rumah belum dimasak, dan lainnya. Tentu saja hal-hal yang terlintas dalam pikiran tadi sebetulnya tidak relevan dengan ibadah kita saat shalat. Hati-hati Sahabat, ini karena kita ditunggangi oleh syaithan, dan sudah tugas kita sebagai muslim untuk memusuhinya dan tidak menghiraukannya.

Baca juga: tips menangkal ketut saat shalat

PADA RAKAAT BERAPA SERINGNYA KITA LUPA?

Belum ada laporan resmi dari BPS mengenai frekuensi pada rakaat ke berapa muslim di Indonesia biasanya lupa rakaat. Namun sepengalaman penulis pribadi, seringnya lupa “ini rakaat ke berapa?” biasa terjadi ketika rakaat 2 atau 3. Mengapa? Karena saat itu pertanyaan muncul “apakah setelah rakaat ini rakaat terakhir? Atau rakaat ke 3?

Tentu prahara ini relatif sering terjadi pada shalat fardu yang lebih dari 2 rakaat. Karena shalat 2 rakaat lebih mudah karena pendeknya dan hanya dilaksakana 1 kali yaitu pada waktu shalat subuh.


Menurut pendapat pribadi penulis, umumnya kita melaksanakan shalat terbagi menjadi 2 proses, yaitu proses sadar dan proses dibawah sadar (auto-pilot).


  1. Proses sadar yaitu ketika kita melaksanakan shalat dalam kesadaran penuh. Setiap bacaan diperhatikan dan dipilih. Terjadi dari takhbiratul ikhram hingga pembacaan surat dari Al-Quran setelah Al-Fatihah. Mengapa? Sebagian besar merasa takhbiratul ikhram tempat nya menghadirkan niat, Al-Fatihah sebagai syarat sah shalat, dan membaca surat setelah Al-Fatihah itu datangnya dari hafalan. Maka pada rangkaian ini, biasanya lebih fokus sehingga saya katagorikan sebagai proses sadar.
  2. Proses auto-pilot yaitu ketika kita melaksanakan shalat dengan mengikuti kebiasaan tubuh. Biasanya terjadi dari ruku hingga sujud ke dua.  Bahkan hingga tasyahud awal. Mengapa? Karena kita sudah hafal diluar kepala bacaannya dan setiap sesi dilaksanakan dengan tempo yang konstan. Sehingga badan kita mengingat rangkaian gerakan ini sebagai suatu alur gerakan saja. Apalagi ketika kita kurang memahami makna dari bacaan-bacaan shalat. Akibatnya kita pun terlarut dalam pikiran yang dibisikan oleh syaitan.

KAPAN DAN DIMANA biasanya kita lupa rakaat shalat.

Kapan ? 
Dari pengalaman pribadi, biasanya masalah lupa rakaat ini biasa terjadi ketika kita melaksanakan shalat secara munfarid. Saat melaksanakan shalat sendiri relatif lebih sering lupa rakaat daripada shalat berjamaah.

Dimana ? 
Shalat di tempat yang gaduh akan mengurangi konsentrasi. Misalnya sholat disebelah TV yang menyala, tetangga menggelar konser dangdut, mushola yang karpetnya bau kaki, kamar yang kotor dan berantakan, dan tempat-tempat lain yang tidak nyaman akan menyebabkan kita tidak fokus dan khusyu dalam shalat.
Kondisi stress dan banyaknya pikiran sebelum shalat juga turut memengaruhi pada saat shalat, termasuk didalamnya rasa tergesa-gesa ingin menyudahi shalat secepat mungkin.

--YADC from Balaraja --

Insha Allah disambung di BAGIAN ke-2

2017-08-30

Sunnah Bukan Sekadar Saja

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Sahabat Muslimore
Bismillahirahmanirahim

sunnah
sunnah


InsyaAllah, dalam artikel ini penulis akan membahas salah satu hukum dalam islam, yaitu sunnah. Tepatnya tentang ibadah-ibadah sunnah di kehidupan kita sehari-hari. Sebelum membahas lebih dalam, mari perhatikan gambar yang penulis ambil dari sebuah buku Pendidikan Agama Islam tingkat Sekolah.

An Nadb Sunnah

Perhatikan kalimat, “ … tuntutan untuk melaksanakan suatu perbuatan namun tidak secara pasti atau harus. Jika seseorang ¬meninggalkannya tidak mendapatkan dosa. …”. Pada konteks hukum taklifi dalam Islam, sebetulnya tidak ada yang salah dari penjelasan di atas, karena memang benar seperti itu definisinya. Namun, apabila Sahabat membaca semua penjelasan pada buku tersebut, ada yang disayangkan. Apa itu? Kesan yang didapatkan hanya “Tidak Harus, Tidak Dosa” jika tidak dikerjakan. Sehingga secara tidak sadar, kebanyakan dari kita menganggap ibadah sunnah hanya sekadar ibadah “pelengkap” saja, bahkan cenderung menyepelekan dan akhirnya tidak pernah mengerjakan.

Lalu adakah hubungan antara masalah ini dengan kondisi umat muslim di negara kita pada umumnya? Berdasarkan pengalaman penulis pribadi, konsep ibadah sunnah yang lebih menempel yaitu “Tidak Harus, Tidak Dosa” jika ditinggalkan. Akhirnya menjadi alasan bagi umat untuk tidak mengerjakan ibadah-ibadah sunnah, kemudian berujung pada kemalasan dalam menjalankannya. Ini bisa jadi karena kurangnya penekanan ilmu mengenai Sunnah itu Sendiri. Yuk kita pahami dulu beberapa ayat dan hadits berikut

Surat   031. Luqman  ayat   27

{Q.S. 31:27} dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah

Surat   065. Ath Thalaaq  ayat    12

{Q.S. 65:12} Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. perintah Allah Berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.

Surat   018. Al Kahfi  ayat   109

{Q.S. 18:109} Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu  sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)".
Sebagai utusan Allah, nabi Muhammad SAW akan dengan sekuat tenaga untuk mengamalkan semua yang ada pada Alqur’an di kehidupan sehari-harinya, melalui akhlak, perkataan, dan perbuatan Nabi SAW.

--

Bisa ditarik kesimpulan, bahwa apa yang nabi Muhammad katakan dan perbuat selama masa tugasnya (sebagai nabi dan rasul Allah) adalah panduan teknis dan aplikatif untuk mengamalkan Alquran yang merupakan pedoman hidup yang langsung turun dari Allah. Jadi bagaimana bisa kita orang awam ingin masuk ke surga Allah tanpa mempelajari alquran terlebih dahulu. Tentu jawabanya sangat mudah  yaitu mencoba copy paste akhlak, cara perkataaan dan perbuatan Nabi Muhammad.

Mengerjakan amalan sunnah itu sangat sangat dianjurkan untuk semua muslim untuk berharap surga yang telah Allah janjikan. Jadi, seharusnya saat diajarkan materi hukum taklif dalam islam. Saat masuk bab sunnah sebaiknya pengajar/guru lebih menekankan untuk mengerjakan sunnah semaksimal yang murid mampu dengan niat ikhlas mendapat ridho Allah.

Misalkan Sahabat bekerja di sebuah perusahaan besar, tentunya dengan angka gaji sesuai dengan job desk pekerjaannya. Apabila semua jobdesc selesai Sahabat kerjakan, tentunya perusahaan akan membayar gaji tersebut. Akan tetapi, ketika tidak diselesaikan dengan baik, tentunya Sahabat mendapatkan teguran, penalti, bahkan berpotensi diberhentikan. Begitulah yang disebut sebagai Kewajiban Sahabat sebagai pegawai perusahan.

Nah, sekarang, misalkan atasan Sahabat berbaik hati dengan memberikan daftar pekerjaan tambahan dan sederhana kepada seluruh karyawannya. Tentu dengan Bonus Akhir Bulan. Misalkan pekerjaannya :

  • Membersihkan meja kantor = Rp 500.000,-
  • Memberi salam dan berterima kasih kepada setiap karyawan dan atasan = Rp 100.000,-
  • Masuk kantor dengan kaki kiri = Rp 200.000,-
  • Mandi sebelum ngantor, memakai pakaian bagus, dan memakai wangi-wangian = Rp 1000.000,-
  • Nraktir karyawan OB di kantor = Rp 500.000,-

Pertanyaannya, Apa yang akan Sahabat lakukan dengan pekerjaan tambahan yang sederhana ini ?? Kalau penulis sih, tentunya mengerjakannya dengan senang hati, karena cukup sederhana, mudah, dan dapet bonus pula. Siapa sih yang gamau. Hehe.

Nah begitu pun dengan ibadah-ibadah sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Cukup Sederhana, Mudah diamalkan, tentunya banyak Bonus yang luar biasa jika Kita menjalankannya secara istiqomah. Contohnya saja, Shalat Sunnah Fajr, yang lebih baik dari dunia dan seluruh isinya. Yakin gamau ???

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Dua rakaat shalat sunnah Subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”(HR. Muslim 725).
Begitu banyak sunnah dari nabi Muhammad SAW yang bisa kita kerjakan dari yang paling ringan dari membaca bismillah sebelum makan & minum sampai yang paling berat seperti poligami. Semua akan mendapat pahala dari Allah dan lebih dekat untuk menggapai ridho Allah yang bisa mengantar kita pada surganya. Jadi, Yuk Istiqomahkan menjalankan ibadah-ibadah sunnah. Mulai dari yang paling mudah dan segera dijalankan. Semangat Sahabat.

Berikut beberapa video sudah mudah yang bisa dikerjakan :



Untuk anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengathui mengenai dalil-dalil Sunnah Nabi Muhammad

--YADC from Balaraja --

2017-08-22

Beramal Jariyah Tak Harus Mewah

ber-amal jariyah
ber-amal jariyah

Apa itu Amal Jariyah ? Sudah tentu, Sahabat Muslimore mengetahui apa itu Amal Jariyah. Yup, amal jariyah merupakan amalan yang tidak akan terputus meskipun kita meninggal dunia. Naah, Biar beramal dengan berilmu, Yuk inget-inget lagi salah satu hadits riwayat Muslim, No 1631, mengenai Amal Jariyah. Amal Jariyah digolongkan menjadi tiga, yaitu :

  1. Sedekah Jariyah contohnya wakaf, membangun masjid, membangun sumur, dan sebagainya. Sehingga dengan adanya pembangunan2 tersebut, bermanfaat untuk umat,
  2. Ilmu yang bermanfaat, dan
  3. Anak yang Sholeh

Bukan hal aneh lagi jika kita berlomba-lomba dalam bersedekah dan berwakaf. Karena tentunya, ingin punya amalan yg terus mengalir meskipun kita sudah meninggal. Sehingga, kita banyak saudara-saudara kita yang mewakafkan tanahnya, membangun masjid, membangun pesantren, membangun sekolah, dan sebagainya. Tentunya bukan perkara mudah dan murah.

Pertanyaanya, apakah harus nunggu harta berlimpah dulu baru kita beramal jariyah ? Haruskah bisa beli tanah dulu yang harganya puluhan bahkan ratusan juta untuk beramal jariyah? Lalu kapan kita bisa beramal jariyah , kalo memang harus berlimpah harta dulu?

Tenang Sahabat! Banyak kok caranya, Beramal jariyah bukan tentang harta, tapi tentang Kebermanfaatan untuk umat. Jika mampu dengan harta, gunakan harta. Jika belum mampu dengan harta, gunakan tenaga. Ayo Sahabat, banyak kok caranya. Jadi, ga ada alasan untuk tidak beramal Jariyah. Berikut beberapa contoh amalan jariyah dengan mudah di kehidupan sehari-hari kita:

1. Sedekah jariyah

a. Menutupi jalan yang berlubang

jalan rusak
jalan rusak

Jangan ambil pusing untuk nutupin lubang jalan di dekat rumah anda. Ga susah kok, ambil brangkal, bawa sekop, masukin berangkal, ratakan. Semakin banyak orang yang merasa nyaman melewati jalan yang tadinya berlubang tersebut, Insha Allah semakin banyak juga amal yang mengalir pada anda.

b. Membersihkan karpet masjid

Sebenarnya tidaklah harus membersihkan karpet mesjid sampai ke laundry sih, tapi cukup dengan mengambil benang/kotoran-kotoran kecil yang di atas karpet mesjid. Insha Allah, kalau ada orang yang merasa nyaman beribadah karena bersih dari kotoran-kotoran kecil tersebut, amal pun mengalir untuk anda.

c. Membetulkan keran di masjid

Nah ini yang sering penulis alami, terkadang keran mesjid itu ada yang rusak. Caranya gampang, tinggal ambil kunci inggris, kencangkan. Insha Allah kalau ada orang yang wudhu di keran tersebut, pahala nya pun mengalir ke Sahabat.

d. Memasang tutup pentil motor/mobil orang lain


Sebenarnya kegunaan tutup pentil sendiri tidaklah terlalu penting, karena kegunaannya utamanya adalah menghalangi angin keluar KALAU KALAU tutup pentil bocor. Karena tidak terlalu penting ini, banyak orang yang membiarkan pentil kendaraannya tidak bertutup. Jika anda memiliki tutup pentil, atau sengaja beli, bisa dicoba untuk memasangkannya ke kendaraan orang lain tanpa diketahui yang punya. Buat apa? Ga ada gunanya dong? Ya wallahualam, mungkin suatu saat tutup pentil itu berguna bagi yang punya kendaraan? Who knows.

2. Ilmu yang bermanfaat

a. Mengajarkan membetulkan HP

Kasus yang sering dialami orang tentang “kerusakan” yang dialami HP nya adalah, aplikasi Whatsapp tidak bisa mengirim/menerima pesan. Biasanya hal ini terjadi pada orang tua atau orang yang baru punya smartphone. Padahal kasus ini sebenarnya bukan rusak pada HP nya, namun karena storage HP yang penuh.

Dengan anda mengajarkan pelan-pelan bagaimana menghapus aplikasi-aplikasi yang tidak penting, atau file file yang tidak penting, Insha Allah permasalahan yang bersangkutan akan terselesaikan seterusnya. Karena dia bisa mengatasinya sendiri kalau storage penuh lagi.


b. Menunjukkan jalan

Jika ada orang yang menanyakan alamat pada anda, itu adalah kesempatan meraih amal jariyah. Jangan anda beritahu asal-asalan soal alamat yang akan dituju, misal “lurus terus, belok kanan, ada tukang ojek, nah TANYA LAGI TUKANG OJEK”. Padahal kalau kita menerangkan dengan jelas dan sedetil-detilnya, Insha Allah orang yang menanyakan alamat tersebut akan hapal, dan akan mengingat ilmu yang anda sampaikan.


c. Membuat blog, berbagi informasi bermanfaat

share ilmu bermanfaat
share ilmu bermanfaat

Nah kalau ini jangan ditanya. Artikel ini adalah salah satu upaya kami untuk mencari amal jariyah. (Insha Allah). Jika ilmu di sini bermanfaat bagi Sahabat Muslimore, Insha Allah kami akan mendapatkan pahala. Jika ilmu di sini malah menyesatkan Sahabat, mohon koreksinya yah.

d. Update status yang baik

Nah ini yang paling simple anda lakukan. Semua punya social media kan? Kenapa ga mulai sekarang hanya share/membagikan hal-hal yang bermanfaat saja? Insah Allah kok, kalau ada orang yang “nyangkut” bisa jadi ilmu yang bermanfaat. Namun hati hati, jangan sampai share ilmu yang HOAX ya.. nanti jadinya bukan amal jariyah, tapi dosa jariyah.


--

Jadi, kita sebetulnya ga punya alasan untuk tidak beramal jariyah. Jika mampu dengan harta, gunakan harta. Jika belum mampu dengan harta, gunakan tenaga. Jika tidak mampu dengan tenaga, lakukan dengan apa yang kita mampu. Yuk segera beramal jariyah mulai sekarang dari hal yang paling sederhana. (Kalau artikel ini bermanfaat, share ke orang2 tersayang Sahabat yah. Makasih. red -GR)

2017-08-16

Sunnah Mudah #1

mudahnya melaksanakan sunnah nabi
Sunnah Mudah #1

Siapa bilang mengikuti sunnah nabi Muhammad SAW itu sulit? memang ada yang sulit, tapi ada juga yang sangat mudah kita praktekkan di kehidupan sehari hari, kalau sunnah yang sulit belum bisa kita praktekkan, lalu kenapa tidak kita coba dari yang mudah dulu? ya ga?

Sunnah mudah #1 versi Muslimore, adalah sebagai berikut:


  1. Masuk mesjid dahulukan kaki kanan
  2. Keluar mesjid dahulukan kaki kiri
  3. Masuk toilet dahulukan kaki kiri
  4. keluar toilet dahulukan kaki kanan
  5. masuk rumah dahulukan kaki kanan
  6. Duduklah sambil minum

Hadits acuan:


حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَشْعَثَ بْنِ سُلَيْمٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَائِشَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ كَانَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ مَا اسْتَطَاعَ فِي تَرَجُّلِهِ وَوُضُوئِهِ‏.‏

The Prophet (ﷺ) used to like to start from the right side as far as possible in combing and in performing ablution. HR  Sahih al-Bukhari 5926   (sumber: sunnah.com)
 terjemahan bebas: Nabi Muhammad SAW suka memulai segala sesuatu yang baik dari sebelah kanan. 

حَدَّثَنَا هَدَّابُ بْنُ خَالِدٍ، حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، حَدَّثَنَا قَتَادَةُ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم زَجَرَ عَنِ الشُّرْبِ قَائِمًا ‏.‏

Anas reported Allah's Apostle (ﷺ) disapproved the drinking of water while standing.  HR Sahih Muslim 2024a (sumber: sunnah.com)
terjemahan bebas: Anas menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak menyukai minum sambil berdiri.


2017-08-07

Tips dan Trik Menangkal WASWAS syaitan kentut saat Shalat

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Sahabat Muslimore
Bismillahirahmanirahim
kentut saat shalat
ilustrasi: jangan kentut

Suatu hari, saat melaksanakan Shalat, tiba-tiba perut memberi pesan dengan notifikasi getaran “Kawan, ada gas yang harus dikeluarkan”. Yup, tiba-tiba perut ingin membuang angin. Lalu si penerima pesan pun mulai galau dan berdiskusi dalam pikirannya. “Tahan ga ya?” , “Batalin aja gitu”, “Sayang nih kalo harus wudhu lagi dan masbuk”, “Duh Nanggung”, “Ane barisan paling depan, ga enak kalo keluar barisan jamaah nih”, dan sebagainya. Kemudian diskusi itu pun terus berlanjut tanpa keputusan. Beberapa dari Sahabat mungkin pernah mengalaminya.

Hati-hati Sahabat ! Kejadian ini mungkin sederhana, namun berdampak pada nilai ibadah Shalat yg kita laksanakan. Apapun kondisinya, jelas ini merupakan satu dari sekian trik Syaitan menggoda kita. Syaitan masuk dengan memberikan was-was, “hayo tadi kentutkan? Hayo batal loh sholatnya, ah ngapain diterusin? Kan udah batal” dan lain seterusnya, akan banyak sekali variasi syaitan dalam menggoda kita untuk tidak khusyuk, minimal mengurangi pahala seorang muslim dalam Shalatnya.

Padahal setiap muslim yang melaksanakan shalat dengan khusyu, Allah SWT akan mendatangkan pertolongan pada nya, dia akan beruntung, dan dihindarkan dari  perbuatan fahsya dan munkar. Tentunya, akan banyak ibadah yang akan dia laksanakan untuk menggapai Ridho Allah menuju jannah nya Allah SWT. Sehingga, Syaitan akan berusaha menggoda manusia supaya mereka dijauhkan dari Ridho Allah. Salah satunya dengan membuat Ibadah Shalat kita tidak khusyu dan menggugurkan pahalanya. Kemudian menambahkan berbagai keraguan dalam ibadah-ibadah kita lainnya. Naudzubillah, Audzubillahhiminasyaithonirrojiim.

khusyuk saat shalat
khusyuk saat shalat

Mari kita cermati lagi perihal khusyu dalam shalat, berikut dalil-dalil pentingnya khusyu dalam shalat.
  1. “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. (Yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” (Al-Baqarah: 45-46). 
  2. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya.” (Al-Mukminun: 1-2).
  3. Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.” (Al-Baqarah: 238).( Sumber: http://www.dakwatuna.com/2009/10/13/4233/shalat-khusyu/#ixzz4of9tElnn }

“Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam pernah ditanya tentang seseorang yang mendapati sesuatu yang membuatnya ragu ketika shalat (buang angin atau tidak), “Apakah orang tersebut harus membatalkan shalatnya?” lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam menjawab :
لاَ, حَتَّي يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيْحًا

“Jangan dibatalkan salatnya, sampai dia mendengar suara atau mencium bau (kentutnya).” [Sahih al-Bukhari no. 2056]
Dengan jelas Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam dengan hikmah dan keluasan ilmunya memberikan panduan kepada sahabatnya untuk tidak membatalkan shalat apabila tidak terdengar suaranya atau tercium baunya.

Secara teori medis, umumnya kentut dapat dikendalikan (controllable). Otak kita secara sadar dapat menahan atau mengeluarkan gas/angin tersebut tergantung kondisi lingkungan sekitar. Otot-otot di dari anal-sphincters internal tidak bisa dikontrol secara sadar, sedangkan otot-otot dari anal-sphincters eksternal dikontrol secara sadar. Anatomi tubuh manusia telah sempurna sesuai fungsi dan tujuaan penciptaannya oleh Allah.

Adapun ada kasus2 minor dimana orang yang tidak bisa mengontrol kentutnya. Lebih baik berkonsultasi dengan dokter karena bisa jadi itu merupaka gejala medis terkait makanan atau penyakit yang diderita oleh individu tersebut.

Berdasarkan pengalaman penulis, berikut beberapa tips untuk menghindari masalah ini :
  1. Membaca ta’awuz dalam perjalanan dari wudhu menuju tempat shalat. Dengan haqqul yaqiin bahwa memang Allah melindungi kita. Penulis tekankan bahwa ini bukan salah satu rangkaian ibadah shalat fardu, ini hanya salah satu kiat ikhtiar untuk meminta pertolongan Allah dari godaaan syaitan, dan dapat diimplementasikan pada setiap kondisi. (Penulis sarankan tidak membaca taawuz tepat sebelum takbiratul ikhram, karena akan mempunyai potensi menyalahi sunnah Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam).
  2. Disiplinkan diri untuk melaksanakan Shalat di Masjid, lima waktu, awal waktu. Lambat laun, tubuh kita akan terbiasa dengan “sensasi waktu”  dan urgensi untuk melaksanakan Shalat di Masjid, lima waktu, awal waktu. 
  3. Siapkan 10-15 menit sebelum Adzan berkumadang untuk ke toilet, meskipun tidak ada hajat/tidak terasa. Jika terasa rangsangan / mules, keluarkan semua hadast, selesaikan dengan bijak dan tenang. 
  4. Menjaga dan mengatur pola makan. Hindari makanan-makanan yang dapat menyebabkan perut kita mules bahkan sakit. Tentu penyebabnya berbeda-beda, jadi sesuaikan dengan kondisi Sahabat. Beri Jarak waktu antara waktu Shalat dengan Makan.
  5. Jangan dibatalkan salatnya, sampai dia mendengar suara atau mencium bau (kentutnya)
Sebagai kesimpulan, penulis menyarankan supaya Sahabat mencari dan mendisiplinkan pola sehatnya Sahabat. Terus berusaha dalam melatih diri, mendisiplinkan diri, dari yg sederhana, sedikit-demi sedikit, dan segera amalkan. Jika memang terjadi, kemudian merasa waswas saat melaksanakan shalat, tetap tenang, fokuskan lagi shalat, lanjutkan mengharap ridho Allah, teruskan mengharap pertolongan dan bimbingan Allah.